SETIAP MANUSIA DI MUKA BUMI INI SEDERAJAT
Bandung, 29 April 2017
masyuditabir@gmail.com
Manusia ini secara pandangan ekonomi ada yang kaya, sedang dan miskin, tapi itu sifatnya fana atau sementara dimana dalam hitungan detik bisa berubah fasilitas yang kita punya didunia ini bisa berbalik 180 derajat terbalik dari kondisi terdahulu, tetapi pada hakekatnya atau pandangan di mata Allah Ta'alla semua manusia sama dalam banyak hal kecuali "tingkat keimanan" manusia yang masing masing berbeda derajatnya dimata sang pencipta. Iman kepada Allah adalah urutan pertama dari 6 rukun iman yang kita kitahui, disini penekanan yang penting bahwa Allah lah Dzat maha tahu dan maha bisa dalam segalanya kepada seluruh umat manusia yang ada dikolong langit ini.
Kembali lagi kepada strata manusia, pada umumnya manusia memandangnya sesamanya kebanyakan kepada status sosial, kenalan dekat atau ekonominya saja jarang berfikir lebih ke arah tingkat keimanan atau yang lainnya, itu jarang terjadi makanya sering terjadi kesenjangan atau adanya jarak yang cukup jauh antar sesama dan efek negatifnya pembentukan komunitas atau kelompok berdasarkan status sosial ekonomi sederajat berdasarkan pemikiran mereka. Nah efek negatif ini yang berimbas dalam kehidupan masyarakat sehari hari, manusia cenderung egois, apatis yang dipikirkannya hanya urusan dunia saja untuk urusan akhirat mungkin urutan no 100 atau mungkin tidak dipikirkan lagi karena yang difikirkan hanyalah urusan dunia semata. Di sinilah peran Iman kepada Allah yang bisa menggerakan hati manusia untuk selalu ingat kepadanya tidak hanya dunia semata, kita boleh mencari dunia karena itu perlu dalam kelangsungan hidup tapi jangan lupakan akhirat karena itu kan datang tanpa diduga duga.
Wahai para mahluk Allah Ta'alla ingatlah kepada sang pencipta bahwa manusia itu sederajat dimata Allah Ta'alla, hanya tingkat keimanan kepada sang khalik yang menjadi penilaian manusia dibumi ini sampai waktunya dipanggil untuk mempertanggung jawabkan apa apa saja yang manusia lakukan dialam fana ini alam yang banyak memberikan harapan dan tantangan bahkan godaan yang membuat manusia terjerumus kepada doa dan kehinaan dimana penyesalan hanya sebatas impian saja yang sulit untuk terlaksana.
Kata kata mutiara : "Memohonlah kepada Allah Ta'alla, hanya Dia lah yang memahami isi hati mansuia"
Kembali lagi kepada strata manusia, pada umumnya manusia memandangnya sesamanya kebanyakan kepada status sosial, kenalan dekat atau ekonominya saja jarang berfikir lebih ke arah tingkat keimanan atau yang lainnya, itu jarang terjadi makanya sering terjadi kesenjangan atau adanya jarak yang cukup jauh antar sesama dan efek negatifnya pembentukan komunitas atau kelompok berdasarkan status sosial ekonomi sederajat berdasarkan pemikiran mereka. Nah efek negatif ini yang berimbas dalam kehidupan masyarakat sehari hari, manusia cenderung egois, apatis yang dipikirkannya hanya urusan dunia saja untuk urusan akhirat mungkin urutan no 100 atau mungkin tidak dipikirkan lagi karena yang difikirkan hanyalah urusan dunia semata. Di sinilah peran Iman kepada Allah yang bisa menggerakan hati manusia untuk selalu ingat kepadanya tidak hanya dunia semata, kita boleh mencari dunia karena itu perlu dalam kelangsungan hidup tapi jangan lupakan akhirat karena itu kan datang tanpa diduga duga.
Wahai para mahluk Allah Ta'alla ingatlah kepada sang pencipta bahwa manusia itu sederajat dimata Allah Ta'alla, hanya tingkat keimanan kepada sang khalik yang menjadi penilaian manusia dibumi ini sampai waktunya dipanggil untuk mempertanggung jawabkan apa apa saja yang manusia lakukan dialam fana ini alam yang banyak memberikan harapan dan tantangan bahkan godaan yang membuat manusia terjerumus kepada doa dan kehinaan dimana penyesalan hanya sebatas impian saja yang sulit untuk terlaksana.
Kata kata mutiara : "Memohonlah kepada Allah Ta'alla, hanya Dia lah yang memahami isi hati mansuia"

Belum ada tanggapan untuk "SETIAP MANUSIA DI MUKA BUMI INI SEDERAJAT"
Post a Comment