CERITA HARU DAN PILU SERTA SEMANGAT BESAR
PARA GURU DI PEDALAMAN
PARA GURU DI PEDALAMAN
Bandung, 30 Agustus 2017
masyuditabir@gmail.com
Guru adalah kata yang sangat dikenal dimana mana, yang berperan sebagai pendidik dalam segala hal agar anak didiknya menjadi orang yang berhasil. Guru juga sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, walau dimasa sekarang ini sudah memudar sinarnya dalam kepahlawanan kependidikan tapi setidaknya sinar kepahlawanan dalam kependidikan nasional ini masih bersinar kuat didaerah pesisir dan pedalaman dimana didaerah tersebut seorang guru/pendidik sangat kekurangan begitupun fasilitas kependidikannya bisa dikatakannya seadanya jauh dari cukup apalagi optimal.
Seorang guru dididik untuk bisa mendidik siapapun dalam hal ini siswa sekolah dari mulai SD sampai dengan Perguruan Tinggi dan sesudah lulus siap ditempatkan dimana saja itu janji seorang abdi negara, tetapi pada kenyataannya dimasa sekarang ini janji tinggalah janji apalagi dengan jenjang sertifikasi yang didengungkan pemerintah terus menerus dimana penghasilan melonjak tajam, pemikirannya sudah jauh dari peran seorang guru untuk menjadi seorang pendidik kebanyakan sekarang tujuannya lebih ke arah materi semata karena penghasilan guru dimasa sekarang ditambah tunjangan lainnya sudah jauh lebih besar.
Tetapi jauh di daerah pinggiran dan didaerah pedalaman apalagi didaerah perbatasan ribuan guru baik PNS dan Honorer bekerja disana dengan semangat juang tinggi semangat juang 45 dengan pemikiran yang cukup sederhana ingin anak didiknya menjadi orang yang sukses, itu saja. Mereka masih jauh dari terkontaminasi materi karena kebahagiaan memang tidak harus dalam materi saja, banyak kebahagiaan para pendidik di daerah terpencil tidak bisa dinilai dalam materi, memang ada sedikit cerita haru dan pilu yang setiap hari mereka punya dalam mendidik siswa siswa yang kebanyakan tidak mampu dan antara tempat tinggal dan sekolah sangat jauh dan sulit untuk dilalui baik oleh siswa maupun gurunya.
Dari mulai cuaca yang sangat tidak mendukung, perjalanan yang riskan dimana masih banyak hewan buas dan jalur yang terjal yang selalu siap menghadang seorang guru yang hendak mengajar, dan jangan aneh kalau seorang guru dalam perjalannya mengajar tidak memakai sepatu bukan karena gurunya tidak punya tapi sepatunya sudah rusak karena melalui medan yang sulit, dan hanya dipakai waktu dikelas saja.
Guru guru seperti inilah yang tinggal dan mengajar dipedalaman dan dipesisir juga diperbatasan dengan negara lain harus diutamakan baik dari segi tunjangan sertifikasi, tunjangan lainnya dan yang lebih utama jadikanlah mereka PNS agar dimasa pensiunnya nanti bisa menikmatinya dengan senyum kedamaian dan kebahagiaan bukan dalam kesedihan tanpa akhir yang mereka dapatkan dari mulai mengajar sampai dengan masa tuanya karena kurang diperhatikan Pemerintah.
Mereka Pahlawan tanpa Tanda Jasa yang sebenarnya, yang mengabdi demi negara dan rakyat Indonesia bukan semata mata materi walau memang materi harus diperhatikan sebagai balasan yang seimbang dengan pengabdian mereka, kebanyakan dimasa sekarang menjadi guru lebih mengutamakan materi dari pada pengabdiannya dimana mengajar anak didiknya di nomor 2 kan.
Kata kata mutiara : "Hidup ini pilihan tergantung kita maunya seperti apa, hidup sementara atau kekal dimasa datang"


Belum ada tanggapan untuk "CERITA HARU DAN PILU SERTA SEMANGAT BESAR PARA GURU DI PEDALAMAN"
Post a Comment