PENDIDIKAN YANG BAIK UNTUK ANAK ANAK JALANAN
DI KOTA JAKARTA
DI KOTA JAKARTA
Bandung, 6 Juni 2017
masyuditabir@gmail.com
Pendidikan di indonesia masih sangat memprihatinkan, walau sudah di anggarkan dalam APBN bahwa pendidikan dinegara kita ini sebanyak 20% dari anggaran negara, sepertinya kurang banyak membuat perubahan di lapangan yang bisa dijadikan suatu contoh dari pada penambahan anggaran tersebut apalagi di daerah terpencil atau daerah perbatasan dan mungkin juga jarang di ingat di pikiran kita pada umumnya tentang pendidikan anak anak jalanan yang jumlahnya banyak di seluruh wilayah negara ini.
Kita ambil contoh yang sering kita dilayar tv di daerah yang paling padat penduduknya yaitu Ibu Kota Negara Republik Indonesia "Jakarta, semua pasti pernah melihat kondisinya lewat layar kaca dimana kondisi dan perubahan pembangunan yang tiap tahun berubah seiring program pemerintah untuk kesejahteraan rakyatnya, Jakarta dimata masyarakat secara awam masih dianggap wanita cantik yang mengeluarkan bau yang harum dan mewangi kepada setiap orang yang memandangnya yang seakan akan mengatakan datanglah ke rumah kami dan kami terima dengan senang hati.
Efek dari pandangan itulah beratus ratus orang bahkan beribu ribu orang datang ke Ibu Kota Jakarta dengan latar pendidikan yang berbeda beda pula dan keinginan yang bermacam macam pula dengan harapan yang sangat besar untuk berhasil ditempat ini dan mewujudkan cita citanya, tapi pada kenyataannya memang ada yang berhasil dan sukses tapi banyak juga menjadi orang yang melarat dan tinggal di pinggir jalan bahkan di kolong jembatan.
Nah bagaimana dengan anak anak mereka ? ya kebanyakan karena kegagalan dari pada orang tuanya yang berakhir di pinggir jalan atau dikolong jembatan, anak anak mereka menjadi anak yang tidak terurus hidupnya khususnya dalam bidang pendidikan yang harusnya mereka rasakan mulai dari Taman Kanak Kanak sampai dengan perguruan tinggi. Pada kenyataannya kebanyak anak anak mereka terlantar atau menjadi anak anak jalanan dimana pendidikannya hanya sebatas lulusan SD pada kebanyakannya, bahkan ada yang tidak lulus SD sama sekali karena dianggap membebani biaya keluarga dan mereka di paksa menjadi pemulung untuk mendapatkan uang jadilah mereka "Anak anak jalanan", hidup tidak terurus dari soal gizi dan pendidikan bahkan yang lainnya dan efek negatifnya yang didapat mereka menjadi anak anak yang liar melakukan sesuatu seenaknya dan mereka hanya takut kepada bentakan dan pukulan saja.
Memang ini adalah kewajiban pemerintah baik itu pusat ataupun daerah, tapi tidak salah juga kita sebagai bagian dari masyarakat bisa saling membantu bagi anak anak yang putus sekolah guna menghindari atau menjauhkan mereka dari dunia kriminal dan menjadi anak anak jalanan serta menjadikan anak anak yang mempunyai harapan besar dan cita cita luhur untuk masa depannya dan keturunannya kelak.
Kata kata mutiara : "Saling membantu itu penting karena itu bisa dijadikan contoh kepada orang lain untuk mengikuti menjadi orang yang baik selamanya"
Kita ambil contoh yang sering kita dilayar tv di daerah yang paling padat penduduknya yaitu Ibu Kota Negara Republik Indonesia "Jakarta, semua pasti pernah melihat kondisinya lewat layar kaca dimana kondisi dan perubahan pembangunan yang tiap tahun berubah seiring program pemerintah untuk kesejahteraan rakyatnya, Jakarta dimata masyarakat secara awam masih dianggap wanita cantik yang mengeluarkan bau yang harum dan mewangi kepada setiap orang yang memandangnya yang seakan akan mengatakan datanglah ke rumah kami dan kami terima dengan senang hati.
Efek dari pandangan itulah beratus ratus orang bahkan beribu ribu orang datang ke Ibu Kota Jakarta dengan latar pendidikan yang berbeda beda pula dan keinginan yang bermacam macam pula dengan harapan yang sangat besar untuk berhasil ditempat ini dan mewujudkan cita citanya, tapi pada kenyataannya memang ada yang berhasil dan sukses tapi banyak juga menjadi orang yang melarat dan tinggal di pinggir jalan bahkan di kolong jembatan.
Nah bagaimana dengan anak anak mereka ? ya kebanyakan karena kegagalan dari pada orang tuanya yang berakhir di pinggir jalan atau dikolong jembatan, anak anak mereka menjadi anak yang tidak terurus hidupnya khususnya dalam bidang pendidikan yang harusnya mereka rasakan mulai dari Taman Kanak Kanak sampai dengan perguruan tinggi. Pada kenyataannya kebanyak anak anak mereka terlantar atau menjadi anak anak jalanan dimana pendidikannya hanya sebatas lulusan SD pada kebanyakannya, bahkan ada yang tidak lulus SD sama sekali karena dianggap membebani biaya keluarga dan mereka di paksa menjadi pemulung untuk mendapatkan uang jadilah mereka "Anak anak jalanan", hidup tidak terurus dari soal gizi dan pendidikan bahkan yang lainnya dan efek negatifnya yang didapat mereka menjadi anak anak yang liar melakukan sesuatu seenaknya dan mereka hanya takut kepada bentakan dan pukulan saja.
Memang ini adalah kewajiban pemerintah baik itu pusat ataupun daerah, tapi tidak salah juga kita sebagai bagian dari masyarakat bisa saling membantu bagi anak anak yang putus sekolah guna menghindari atau menjauhkan mereka dari dunia kriminal dan menjadi anak anak jalanan serta menjadikan anak anak yang mempunyai harapan besar dan cita cita luhur untuk masa depannya dan keturunannya kelak.
Kata kata mutiara : "Saling membantu itu penting karena itu bisa dijadikan contoh kepada orang lain untuk mengikuti menjadi orang yang baik selamanya"

Belum ada tanggapan untuk "PENDIDIKAN YANG BAIK UNTUK ANAK ANAK JALANAN DI KOTA JAKARTA"
Post a Comment