DIMANA BUMI DI PIJAK DI SITULAH LANGIT DI JUNJUNG

DIMANA BUMI DI PIJAK DI SITULAH LANGIT DI JUNJUNG

Bandung, 26 April 2017
masyuditabir@gmail.com

Peribahasa ini saya yakin seringlah di dengar oleh kita semua, apalagi oleh para pelajar mulai dari pendidikan PAUD sampai PT. Tapi pernahkah kita simak apa arti dari peribahasa ini ? kayanya jarang deh atau mungkin tidak terpikirkan oleh kita walau tidak semua orang cuex atas peribahasa ini karena masih banyak orang yang memikirkannya dan menerapkan hal ini di dalam kehidupannya. Pengertiannya adalah : Di manapun kita tinggal atau menetap dan bekerja, bisa menjaga diri kita atas hal hal yang negatif baik itu ucapan ataupun perbuatannya.
Kalau lihat sekilas sepertinya gampang dilaksanakan pengertian peribahasa tersebut, tapi kenyataannya cukup sulit juga he he he, memang hidup itu harus dijalani terlepas latar belakang keluarga kita dan tidak harus di sesali apabila ada hal yang tidak diinginkan terjadi pada diri kita karena itu adalah tantangan yang harus dimenangkan bukan untuk dihindari. Tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan walaupun secara nalar manusia sulit sekali diselesaikan terkadang tidak mungkin untuk dipecahkan dengan kemampuan berfikir kita sebagai manusia, ya itulah hidup kadang tidak mungkin menjadi mungkin bahkan yang mungkinpun pada kenyataannya sulit untuk dipecahkan terkadang tidak bisa diselesaikan tepat waktu.
Biasanya kendala pada penerapan peribahasa ini pada diri kita disuatu tempat yaitu : 1. Aksen/logat, hal ini kita harus bisa menyesuaikannya agar terdengar familiar untuk kuping orang disekitar kita dan tidak terkesan negatif untuk di dengar orang lain yang mendengarnya. 2. Kebiasaan, setiap tempat mempunyai kebiasaan yang berbeda beda, kadang kita anggap bagus atau hal biasa tapi ditempat yang lain itu bisa dianggap memalukan dan tidak pantas untuk diperlihatkan kepada orang lain. 3. ego/sikap pribadi, hal yang ke 3 ini yang paling sulit untuk ditempatkan seseorang dimanapun berada karena itu menyangkut kepribadian/sifat kita yang sebenarnya, apabila kita tidak berfikir secara jernih dan sabar serta berfikir jauh akan banyak dampak negatif yang terjadi pada diri kita dan lingkungan disekitar kita berada.
Itulah tantangan hidup apabila kita bisa menyesuaikan ke 3 hal diatas dengan berfikir dengan dewasa untuk ke depannya, tidaklah sulit untuk berfikir dan bertindak mengacu kepada peribahasa di atas, tapi hidup tetaplah hidup tantangan dan masalah datang silih berganti menghadang kita dan tidak akan berhenti sampai diri kita menutup mata kita selamanya, tapi itu ada waktunya jadi hadapilah hidup ini dengan senyum yang ikhlas dan penuh kesabaran agar kita bisa mewujudkan "dimana bumi dipijak disitulah langit di junjung".

Kata kata mutiara : "Senyum itu memang indah tapi senyum di hati ini lebih indah"

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "DIMANA BUMI DI PIJAK DI SITULAH LANGIT DI JUNJUNG"

Post a Comment