ANAK YANG PATUH KEPADA ORANG TUA
Bandung, 2 Maret 2017
masyuditabir@gmail.com
Setiap orang tua mengharapakan anaknya menjadi anak yang patuh, menjadi harapan orang tua dan menjadi andalan mereka di kemudian hari, itu pasti. Tapi sesuatu tidaklah bisa instant/ cepat terwujud tanpa melalui proses terlebih dahulu dan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan banyak tantangan, karena semua kembali kepada kita para orang tua, dimana kita yang mendidiknya mulai dari dalam kandungan sampai dia menginjak dewasa.
Ada peribahasa bilang hidup adalah tantangan dan ujian, apabila kita bisa melaluinya gigih dan penuh perjuangan semuanya bisa di atasi. Begitu juga dengan kita mendidik anak kita dimana tantangan panjang membentang tapi itu engga usah di jadikan bimbang atatupun takut tidak bisa mendidik anak dengan baik dan benar, jalani aja lengkapilah mendidik anak dengan kasih sayang, senyum yang indah, perhatian penuh dari kedua orang tuanya, kesabaran dan yang pasti keikhlasan. Karena tanpa hal tadi mendidik anak ibarat sayur tanpa garam, tidak ada variasi hidup khususnya ke arah yang lebih baik.
Kadang anak kita khususnya yang sudah menginjak dewasa, jiwa emosi nya cukup tinggi pinginnya memberontak atau protes apabila keinginannya tidak tersampaikan atau tidak terpenuhi. Kadang kita sebagai orang tua perlu juga sedikit berpikir ada kalanya agar anak kita di posisikan sebagai teman sebaya, di kala itu anak malah cenderung untuk terbuka dan jujur apa yang di inginkan dan apa aja cita cita yang mungkin terpendam dimana posisi kita pada pemikirannya sebagai orang tua bukan sebagai temen sebayanya.
Biasanya orang tua kadang sulit memposisikan dirinya kepada anaknya sendiri kapan dia berposisi sebagai orang tua yang harus di taati tanpa kata tidak dan kapan memposisikan sebagai temen dikala anak membutuhkan seorang temen untuk kondisinya tersebut.
Seperti di sebutkan di atas memang sesuatu tidak bisa di lakukan secara instant/cepat sesuatu apapun memerlukan proses bisa cepat atau lama tergantung kita menyikapinya. Apabila kita sudah bisa menyikapi cara mendidik anak kita sebaik mungkin, insya allah kita bisa menjadikan anak kita kebanggaan orang tua sekarang dan kedepannya tanpa anak merasa terbebani atas keinginan orang tuanya dan melakukannya dengan ikhlas atas kesadarannya sendiri dimana anak pun berfikir apa yang di lakukan oleh orang tuanya kepada dirinya hanyalah untuk kebaikan dirinya sekarang dan untuk masa depannya kelak.
Kata kata mutiara : "satu anak satu pemikiran dimana ada 10 anak adalah 10 pemikiran, semuanya bisa kita pahami tergantung bagaimana kita menyikapinya dan menindaklanjuti apa yang terbaik untuk mereka"
Ada peribahasa bilang hidup adalah tantangan dan ujian, apabila kita bisa melaluinya gigih dan penuh perjuangan semuanya bisa di atasi. Begitu juga dengan kita mendidik anak kita dimana tantangan panjang membentang tapi itu engga usah di jadikan bimbang atatupun takut tidak bisa mendidik anak dengan baik dan benar, jalani aja lengkapilah mendidik anak dengan kasih sayang, senyum yang indah, perhatian penuh dari kedua orang tuanya, kesabaran dan yang pasti keikhlasan. Karena tanpa hal tadi mendidik anak ibarat sayur tanpa garam, tidak ada variasi hidup khususnya ke arah yang lebih baik.
Kadang anak kita khususnya yang sudah menginjak dewasa, jiwa emosi nya cukup tinggi pinginnya memberontak atau protes apabila keinginannya tidak tersampaikan atau tidak terpenuhi. Kadang kita sebagai orang tua perlu juga sedikit berpikir ada kalanya agar anak kita di posisikan sebagai teman sebaya, di kala itu anak malah cenderung untuk terbuka dan jujur apa yang di inginkan dan apa aja cita cita yang mungkin terpendam dimana posisi kita pada pemikirannya sebagai orang tua bukan sebagai temen sebayanya.
Biasanya orang tua kadang sulit memposisikan dirinya kepada anaknya sendiri kapan dia berposisi sebagai orang tua yang harus di taati tanpa kata tidak dan kapan memposisikan sebagai temen dikala anak membutuhkan seorang temen untuk kondisinya tersebut.
Seperti di sebutkan di atas memang sesuatu tidak bisa di lakukan secara instant/cepat sesuatu apapun memerlukan proses bisa cepat atau lama tergantung kita menyikapinya. Apabila kita sudah bisa menyikapi cara mendidik anak kita sebaik mungkin, insya allah kita bisa menjadikan anak kita kebanggaan orang tua sekarang dan kedepannya tanpa anak merasa terbebani atas keinginan orang tuanya dan melakukannya dengan ikhlas atas kesadarannya sendiri dimana anak pun berfikir apa yang di lakukan oleh orang tuanya kepada dirinya hanyalah untuk kebaikan dirinya sekarang dan untuk masa depannya kelak.
Kata kata mutiara : "satu anak satu pemikiran dimana ada 10 anak adalah 10 pemikiran, semuanya bisa kita pahami tergantung bagaimana kita menyikapinya dan menindaklanjuti apa yang terbaik untuk mereka"

Belum ada tanggapan untuk "ANAK YANG PATUH KEPADA ORANG TUA"
Post a Comment