ANAK BELAJAR MERENUNG DAN MENKOREKSI DIRI DALAM HIDUPNYA

ANAK BELAJAR MERENUNG DAN MENKOREKSI DIRI DALAM HIDUPNYA

Bandung, 9 Maret 2017
masyuditabir@gmail.com

Merenung dan mengkoreksi diri adalah perbuatan yang pantas di acungi jempol karena tidak semua orang mau melakukannya itu di karenakan adanya  kesombongan pada dirinya dan rasa egositis/mau menang sendiri. Hal ini sangatlah sulit kita redam tanpa adanya faktor kedewasaan pada diri kita sendiri yaitu dengan cara merenung dan mengkoreksi diri apa saja yang pernah kita lakukan dalam kehidupan sehari hari apakah itu bermanfaat atau tidak pada diri kita dan khalayak ramai dan apakah pernah membuat orang lain tersinggung atau membuat orang lain senang dan bahagia atas apa yang pernah kita lakukan.
Merenung dan mengkoreksi diri bisa kita ajarkan sebagai orang tua kepada anak kita yang bisa di mulai dari anak usia dini, itu bisa saja di ajarkan oleh gurunya di sekolah tapi sebagusnya kita duluan sebagai orang tua yang memulai. Dalam memberikan pengertian ataupun pemahaman kepada anak soal bagaimana caranya untuk merenung dan mengkoreksi diri memerlukan cara yang khusus dimana sebagai orang tidak langsung memberikan penekanan pada anak khususnya yang masih dini usianya tapi denga pendekatan personal/pribadi agar anak bisa bawa pemikirannya kepada apa yang kita inginkan.
Memberikan pembelajaran atau pengajaran pribadi kepada anak soal merenung dan mengkoreksi diri tidak bisa di pukul rata antara anak yang usia dini sampai anak yang dewasa itu memerlukan cara yang berbeda beda khususnya kepada anak yang usian dini, kadang untuk anak yang usia dini gaya pendekatan kita sama percis dengan gaya anak anak seusianya dimana mereka mempunyai keinginan yang rata rata tidak mau di bantah atau di tolak dan melakukan apapun yang mereka suka. Nah sambil mengiringi apa yang mereka lakukan kita sebagai orang tuanya bisa memberikan pemahaman soal merenung dan mengkoreksi diri agar apa apa saja yang anak lakukan bisa memahami dengan sendirinya bahwa ada hal yang namanya benar ataupun baik untuk di lakukan dan ada yang salah atau tidak boleh untuk di lakukan.
Dan untuk anak SD sampai dengan dewasa ada sedikit peningkatan secara bertahap dan tidak ada yang sama soal pemahaman merenung dan mengkoreksi diri tidak akan sama seperti anak usia dini. Insya allah apabila kita sebagai orang tua dapat memberikan pemahaman tersebut anak anak kita bisa menjadi anak yang jujur dan berwibawa dan menjadi pemimpin yang amanah.

Kata kata mutiara : "Merenung dan mengkoreksi diri dari pada mengkoreksi orang lain adalah calon pemimpin yang berwibawa dan amanah yang dapat di andalkan untuk sekarang dan yang akan datang"


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "ANAK BELAJAR MERENUNG DAN MENKOREKSI DIRI DALAM HIDUPNYA"

Post a Comment